Ungkapan Mark Zuckerberg: Kini Media Sosial Mulai ‘Perang’ untuk Bela Demokrasi

Dengan banyaknya akses, seperti banyaknya media sosial, yang seharusnya kita bisa menggunakannya dengan sebaik – baik mungkin. Apalagi untuk dibidang positif, dengan membela demokrasi lewat media sosial yang digunakan, dan jangan lupakan untuk menggunakan bahasa yang baik, sekalipun nantinya sulit dimengerti mungkin.

Saat ini media sosial dan perusahaan internet sedang berlomba membela demokrasi ujar CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Dilansir dari CNN, Zuckerberg sempat melakukan rapat dengar pendapat bersama anggota parlemen mengenai penggunaan media sosial untuk kampanye. Rapat dengar pendapat tersebut digelar bersama dengan media sosial lain untuk menghadapi pengawasan ketat terkait penyebaran informasi.

Pasalnya, media sosial menjadi salah satu plaftorm penyebaran informasi yang salah dan pidato kebencian di tengah dugaan bias politik dari presiden dan sekutunya.

“Perusahaan seperti Facebook sedang menghadapi musuh-musuh yang canggih, dengan diberi dana yang baik mereka menjadi semakin pintar dari waktu ke waktu” ujar Zuckerberg.

“Ini perlombaan senjata dan akan mengambil kekuatan gabungan dari sektor swasta dan publik AS untuk melindungi demokrasi Amerika dari gangguan luar,” tegas Zuckerberg.

Belum lama ini, perusahaan-perusahaan besar di Silicon Valley menghadapi anggota parlemen. Seperti CEO Twitter Jack Dorsey dan Chief Operating Officer Facebook Sheryl Sandberg akan mengikuti sidang Komite Intelijen Senat pada Rabu, (6/9).

Saat ini anggota parlemen sedang mencari ‘Bos’ Google atau induknya Alphabet, namun masih tidak jelas apakah raksasa internet ini akan hadir dengan perwakilan atau tidak.

Menurut sumber dari CNN, Google akan menawarkan Chief Legal Officer Kent Walker untuk hadir bertemu anggota kongsres. Pasalnya, dia salah satu orang yang paling mengetahui tentang campur tangan asing.