Inilah Teknologi Yang Membuat Kecepatan Wifi 300 Kali Lebih Cepat Dan Bagus

Banyak orang yang menikmati jaringan wifi, sangat memudahkan pengguna untuk memasuki dunia internet. Sehingga sangat menjadi pasokan yang dibutuhkan banyak orang. Namun adakalanya wifi itu mengalami gangguan, namun ada solusi untuk itu dengan salah satu teknologi untuk mempercepat wifi itu, intinya tidak mudah lelet, tidak perlu menghambat kegiatan mengakses internet.

Kehadiran WiFi kini memudahkan kita mengakses internet di manapun dan kapanpun. Apalagi di tempat umum, seperti mal dan restoran, kita bisa mengakses WiFi gratis.

Sayangnya, ada kalanya sinyal WiFi tidak terlalu bagus dan kecepatannya juga tidak tinggi karena banyak orang yang menggunakan.

Situasi tersebut, menginspirasi peneliti di Belanda untuk mengembangkan teknologi alternatif WiFi, yakni menggunakan sinar cahaya individual.

Sinar ini menjadi saluran pengantar informasi dengan kecepatan sangat tinggi.

Setelah melakukan sejumlah pengujian, peneliti menemukan bahwa kecepatan WiFi dengan menggunakan sinar cahaya individual justru lebih kencang 300 kali lipat dibandingkan WiFi pada umumnya, yakni mencapai 112 Gigabit.

Agar lebih jelas, perbandingannya begini, jika kita memiliki data sebesar 5GB atau sekitar 40 Gigabit di DVD, kita dapat mentransfer data dari tiga DVD dalam waktu satu detik saja.

Keunggulan lainnya adalah teknologi ini lebih murah dan aman. Karena sinar cahaya fokus di satu orang, celah untuk meretas jaringan internet sangat kecil.

 

Namun, teknologi ini belum sempurna. Pasalnya ketika ingin memindahkan perangkat, kita perlu mengirim gelombang lain untuk mencapai perangkat tersebut.

Para peneliti menargetkan teknologi ini bisa berkembang lebih luas dalam lima tahun ke depan.

 

Gelombang elektromagnetik kini memang ada di mana-mana. Namun, gelombang tersebut tidak dapat dilihat hanya dengan kasat mata.

Untuk itu, seorang desainer Luis Hernan mencoba untuk menangkap salah satu dari sinyal yang tidak kasat mata, WiFi, dengan menggunakan kombinasi fotografi long exposure dan aplikasi Android.

Teknik yang digunakan dengan bantuan aplikasi Kirlian Device Mobile yang memvisualisasikan kekuatan sinyal WiFi menggunakan serangkaian warna.

“Saya percaya interaksi kita dengan gelombang elektromagnetik dapat dikarakteristikan dengan istilah yang sama dengan hantu dan spektrum,” ungkap Hernan sebagaimana dikutip dari Peta Pixel, Selasa (29/1/2019).